A.
Latar
Belakang
Manajemen pendidikan merupakan suatu
pengaturan atau pengelolaan pendidikan yang dilaksanakan dalam organisasi
pendidikan dan untuk kepentingan pendidikan. Di dalam organisasi pendidikan,
manajemen sangat diperlukan. Karena manajemen pendidikan mempunyai beberapa fungsi
yang vital. Dan semua pihak yang terlibat di dalam organisasi pendidikan harus
melaksanakan fungsi-fungsi ini sesuai dengan tugas masing-masing. Karena hal
itulah yang akan menentukan berhasil atau tidaknya sebuah manajemen pendidikan.
Fungsi-fungsi manajemen pendidikan diantaranya
adalah fungsi perencanaan (planning),
fungsi pengorganisasian (organizing),
fungsi penggerakan (actuating), dan
fungsi pemantauan, penilaian, pengawasan (monitoring,
evaluating, controlling). Fungsi-fungsi tersebut saling berkaitan, sehingga
jika ada yang tidak dilaksanakan satu saja, rasanya ada sesuatu yang hilang
dari sebuah organisasi. Oleh karena itu, penjelasan tentang masing-masing
fungsi manajemen pendidikan tersebut sangat penting. Dan di dalam makalah ini akan
dibahas salah satu fungsi, yaitu fungsi penggerakan (actuating).
B.
Rumusan
Masalah
Berdasakan
latar belakang di atas, dalam makalah ini akan dibahas beberapa hal sebagai
berikut:
1. Apa
pengertian dari fungsi penggerakan?
2. Apa
saja prinsip-prinsip dari fungsi penggerakan?
3. Apa
tujuan dari fungsi penggerakan?
4. Apa
saja teknik-teknik fungsi penggerakan?
5. Bagaimana
langkah-langkah penggerakan yang efektif?
C.
Tujuan
Tujuan penulisan
makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui
pengertian dari fungsi penggerakan dalam manajemen pendidikan.
2. Mengetahui
prinsip-prinsip dari fungsi penggerakan dalam manajemen pendidikan.
3. Mengetahui
tujuan dari fungsi penggerakan dalam manajemen pendidikan.
4. Mengetahui
teknik-teknik dari fungsi penggerakan dalam manajemen pendidikan.
5. Mengetahui
langkah penggerakan yang efektif dalam manajemen pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Penggerakan
Secara
sederhana, penggerakan dapat diartikan sebagai usaha untuk menggerakan. Fungsi
penggerakan diibaratkan seperti motor pada sebuah mesin. Jadi fungsi
penggerakan akan menggerakan mesin-mesin agar bisa bekerja sesuai tugas
masing-masing. Penggerakan (actuating)
adalah tindakan untuk memulai, memprakarsai, memotivasi dan mengarahkan, serta
mempengaruhi para pekerja mengerjakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan
organisasi. Penggerakan merupakan upaya untuk menggerakkan atau
mengerahkan man power (tenaga kerja)
serta mendayagunakan fasilitas yang ada.
Jadi
dapat disimpulkan bahwa penggerakan merupakan kegiatan menggerakan orang-orang
yang ada di dalam sebuah organisasi agar mau bergerak dan bekerja untuk
mencapai visi, misi, dan tujuan organisai.
B.
Prinsip-prinsip
Penggerakan
Menurut Haris
(2011) penggerakan yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada
beberapa prinsip, yaitu:
1.
Prinsip mengarah pada tujuan
Tujuan pokok dari pengarahan nampak
pada prinsip yang menyatakan bahwa makin efektifnya proses pengarahan, akan
semakin besar sumbangan anggota terhadap usaha mencapai tujuan. Pengarahan
tidak dapat berdiri sendiri, artinya dalam melaksanakan fungsi pengarahan perlu
mendapatkan dukungan/bantuan dari faktor-faktor lain, seperti perencanaan,
struktur organisasi, tenaga kerja yang cukup, pengawasan yang efektif dan
kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan anggota.
2.
Prinsip keharmonisan dengan tujuan
Orang-orang bekerja untuk dapat
memenuhi kebutuhannya yang tidak mungkin sama dengan tujuan perusahaan. Mereka
menghendaki demikian dengan harapan tidak terjadi penyimpangan yang
terlalu besar dan kebutuhan mereka dapat dijadikan sebagai pelengkap serta
harmonis dengan kepentingan perusahaan. Semua ini dipengaruhi oleh motivasi
masing-masing individu. Motivasi yang baik akan mendorong orang-orang
untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara yang wajar. Sedang kebutuhan akan
terpenuhi apabila mereka dapat bekerja dengan baik, dan pada saat itulah mereka
menyumbangkan kemampuannya untuk mencapai tujuan organisasi.
3.
Prinsip kesatuan komando
Prinsip kesatuan komando ini sangat
penting untuk menyatukan arah tujuan dan tangggung jawab para bawahan. Jika para
bawahan hanya memiliki satu jalur di dalam melaporkan segala kegiatannya. Dan
hanya ditujukan kepada satu pimpinan saja, maka pertentangan di dalam pemberian
instruksi dapat dikurangi, serta semakin besar tanggung jawab mereka untuk
memperoleh hasil maksimal.
C.
Tujuan
Penggerakan
Penggerakan
memiliki tujuan untuk mendorong dan menjuruskan pekerja agar mengerjakan tugas
sesuai dengan tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Merangsang
anggota melaksanakan tugas-tugas dengan antusias dan kemauan yang baik.
Menggerakkan merupakan kemampuan membujuk orang-orang
mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan penuh semangat. Tujuan
penggerakan atau actuating adalah:
·
Menciptakan kerja sama yang lebih
efisien.
·
Mengembangkan kemampuan dan keterampilan
staf.
·
Menumbuhkan rasa memiliki dan
menyukai pekerjaan.
·
Mengusahakan suasana lingkungan
kerja yang meningkatkan motivasi dan prestasi kerja staf.
·
Membuat organisasi berkembang secara
dinamis.
D.
Teknik-teknik
Penggerakan
1. Commmanding (memberi
komando atau perintah): mengatur dan membuat staf untuk melakukan pekerjaan. Dalam memberi perintah seorang
atasan tidak bisa seenaknya, tetapi harus memperhitungkan langkah-langkah dan
resiko dari setiap langkah yang para atasan itu ambil karena setiap keputusan
dan langkah akan memberi pengaruh bagi organisasi.
2. Directing
(memberi pengarahan): dilakukan dengan cara memberikan petunjuk-petunjuk
yang benar, jelas dan tegas. Segala saran-saran atau instruksi kepada staf
dalam pelaksanaan tugas harus diberikan dengan jelas agar terlaksana dengan
baik terarah kepada tujuan yang telah ditetapkan.
3. Communcating (berkomunikasi):
yaitu suatu proses di mana ide-ide
ditransmisikan ke yang lain dengan tujuan untuk mencapai efektivitas kegiatan. Komunikasi antara para pimpinan dan
karyawan sangat diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan menjalin
komunikasi yang baik maka akan menimbulkan suasana kerja yang kondusif di
perusahaan dan akan menumbuhkan teamwork atau kerjasama yang baik dalam
berbagai kegiatan perusahaan.
4. Stimulating (memberi
stimulus atau rangsang): merangsang dan mempengaruhi anggota
untuk melaksanakan tugas-tugas dengan antusias dan kemauan yang baik.
5. Coordinating (mengkoordinir):
mempersatukan dan mengkorelasikan semua aktivitas agar tidak
terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan
menghubungkan, menyelaraskan, dan menyatukan pekerjaan bawahan sehingga
terdapat kerjasama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan organisasi. Usaha
yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan itu, antara lain dengan memberi
instruksi, perintah, mengadakan pertemuan untuk memberikan penjelasan bimbingan
atau nasihat, dan mengadakan coaching
atau pelatihan dan bila perlu memberi teguran.
6. Leading (memimpin):
pekerjaan
yang dilakukan oleh seorang manajer yang menyebabkan orang lain bertindak.
Pekerjaan leading, meliputi:
1.
Mengambil keputusan.
2.
Mengadakan komunikasi agar ada
saling pegertian antara manajer dan bawahan.
3.
Memberi semangat, inspirasi, dan
dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak.
4.
Memilih orang-orang yang menjadi
anggota.
5.
Memperbaiki pengetahuan dan
sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
7. Motivating (memotivasi):
memberikan semangat, motivasi, inspirasi, atau dorongan sehingga
timbul kesadaran dan kemauan para pekerja untuk bekerja secara sukarela sesuai
apa yang dikehendaki oleh atasan. Pemberian inspirasi, semangat dan dorongan
oleh atasan kepada bawahan ditunjukan agar bawahan bertambah kegiatannya, atau
mereka lebih bersemangat melaksanakan tugas-tugas sehingga mereka berdaya guna
dan berhasil guna.
E.
Langkah-langkah
Penggerakan yang Efektif
Langkah-langkah
penggerakan harus dilakukan dengan cara yang efektif agar diperoleh hasil yang
maksimal. Langkah-langkah penggerakan yang efektif mencakup
beberapa hal, yaitu:
a.
Memberikan penjelasan kepada setiap
orang yang ada dalam organisasi, yaitu penjelasan mengenai tujuan yang harus
dicapai.
b.
Setiap orang harus menyadari,
memahami serta menerima dengan baik tujuan tersebut.
c.
Menjelaskan mengenai filsafat dari
organisasi.
d.
Pimpinan menjelaskan
kebijaksanaan-kebijaksanaan yang ditempuh oleh organisasi dalam usaha
pencapaian tujuan.
e.
Setiap orang harus mengerti struktur
organisasi.
f.
Setiap orang harus menjalankan
peranan apa yang diharapkan oleh pimpinan organisasi dengan baik. Sehingga
peranan dan fungsi setiap orang harus jelas.
g.
Menekankan pentingnya kerjasama
dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang diperlukan.
h.
Memperlakukan setiap bawahan sebagai
manusia dengan penuh pengertian.
i.
Memberikan penghargaan serta pujian
kepada pegawai yang cakap dan teguran serta bimbingan kepada orang-orang yang
kurang mampu bekerja.
j.
Meyakinkan setiap orang bahwa dengan
bekerja baik dalam organisasi tujuan pribadi orang-orang tersebut akan tercapai
semaksimal mungkin.
Sedangkan menurut Haris (2011) langkah-langkah
penggerakan yang efektif bagi manajemen sekolah antara lain:
a.
Kepala sekolah merangsang guru dan
personal sekolah lainnya untuk melaksanakan tugas dengan antusias dan kemauan
yang baik untuk mencapai tujuan dengan penuh semangat.
b.
Kepala sekolah cenderung mempunyai
hubungan dengan bawahan yang sifatnya mendukung (suportif) dan meningkatkan
rasa percaya diri menggunakan kelompok membuat keputusan.
c.
Kepala sekolah merencanakan cara
untuk memungkinkan guru, tenaga kependidikan dan personal sekolah lainnya
secara teratur mempelajari seberapa baik ia telah memenuhi tujuan sekolah yang
spesifik dapat meningkatkan mutu sekolah.
d.
Penggerakan yang dilakukan kepala
sekolah tersebut dapat berupa pengakuan dan pujian atas prestasi kerja personal
sekolah, karena ancaman atas kesalahan yang dilakukan oleh para personalnya
hanya akan berdampak buruk terhadap manajemen sekolah.
e.
Sanksi hanya akan diberikan, jika
betul-betul ada bukti dan tidak mungkin lagi untuk dibina, jauh efisien
membentuk perilaku guru, tenaga kependidikan, dan personal sekolah lainnya
dengan menghargai hasil yang positif dan memberi motivasi ke arah yang positif
pula.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Fungsi
penggerakan merupakan kegiatan menggerakan orang-orang yang ada di dalam sebuah
organisasi agar mau bergerak dan bekerja untuk mencapai visi, misi, dan tujuan
organisai. Prinsip-prinsip yang dijadikan pegangan fungsi penggerakan antara
lain:
·
Prinsip mengarah pada
tujuan
·
Prinsip keharomnisan
dengan tujuan
·
Prinsip kesatuan
komando
Penggerakan memiliki tujuan untuk
mendorong dan menjuruskan pekerja agar mengerjakan tugas sesuai dengan tujuan
organisasi yang telah ditetapkan serta merangsang anggota melaksanakan tugas
dengan antusias dan kemauan yang baik. Teknik
penggerakan antara lain:
1. Commmanding (memberi
komando atau perintah)
2. Directing
(memberi pengarahan)
3. Communcating (berkomunikasi)
4. Stimulating (memberi
stimulus atau rangsang)
5. Coordinating (mengkoordinir)
6. Leading (memimpin)
7. Motivating (memotivasi)
Fungsi
penggerakan harus dilakukan dengan langkah-langkah penggerakan yang efektif
agar diperoleh hasil yang maksimal. Selain itu, juga agar visi, misi, dan
tujuan tetap dapat dicapai.
B.
Saran
1. Sebagai
seorang pemimpin yang profesional, hendaknya bisa menggerakan semua komponen
maupun elemen dan melibatkan semua pihak yang terdapat dalam organisasi yang
dipimpin.
2. Sebagai
seorang bawahan, juga harus ikut berpartisipasi aktif untuk melaksanakan fungsi
penggerakan (actuating).
3. Antara
pemimpin dan bawahan harus ada kerjasama dan persatuan untuk melaksanakan
fungsi penggerakan (actuating) agar
tujuan dan visi, misi organisasi bisa terwujud.
DAFTAR
RUJUKAN
Sagala Syaiful, H. 2012. Administrasi Pendidikan Kontemporer.
Bandung: Alfabeta.
Kurniadin, D. & Machali, I. 2012. Manajemen Pendidikan (Konsep dan Prinsip
Pengelolaaan Pendidikan). Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Soepardi, Imam. 1988. Dasar-dasar Administrasi Pendidikan.
Jakarta: Depdikbud.
http://machdans-manajemen.blogspot.com/2011/06/actuating.html