PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Belajar merupakan hal yangtidak asing
lagi dikalang peserta didik di tingkat pendidikan dasar sampai perguruan
tinggi. Setiap individu mempunyai cara masing-masing untuk mempelajari hal yang
dianggap penting. Belajar yaitu perolehan perubahan tingkah laku yang menetap
sebagai akibat dari latihan dan pengalaman.
Mengingat pentingnya belajar untuk
peserta didik, maka munculah beberapa teori yang dianggap mampu untuk
mempermudah peserta didik dalam memahami materi yang diberikan oleh pendidik.
Penggunaan jenis-jenis belajar yang ada disesuaikan oleh karakteristik peserta
didik yang dihadapi, yang harus dipahami oleh pendidik.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa
itu belajar ?
2. Apa sajakah jenis-jenis belajar ?
3. Apa
saja metode yang digunakan dalam mempelajari psikologi ?
4. Apa saja kaitan psikologi terhadap ilmu-ilmu
lain ?
C.Tujuan
Dari penulisan makalah ini diharapkan para mahasisiwa mampu
memahami pengertian mengenai belajar, jenis-jenis belajar, metode yang
digunakan untuk mempelajari psikologi, dan kaitan psikologi dengan ilmu-ilmu
lain.
PEMBAHASAN
A. Apa belajar itu?
Dalam
kehidupan sehari-hari, kita melakukan banyak kegiatan yang, sebenarnya
merupakan “gejala belajar”, dalam arti mustahillah melakukan kegiatan itu,
kalau kita tidak belajar terlebih dahulu. Kemampuan untuk melakukan kegiatan
yang diperoleh, mengingat mula-mula kemampuan itu belum ada. Maka, terjadilah
proses peubahan dari belum mampu kearah sudah mampu, dan proses perubahan itu
terjadi selama jangka tertentu. Adanya perubahan dalam pola perilaku inilah
yang menandakan telah terjadi belajar. Makin banyak kemampuan yang diperoleh
sampai menjadi milik pribadi, maka banyak pola perubahan yang telah dialami.
Demi
mudahnya, kemampuan-kemampuan itu digolongkan menjadi kemampuan konigtif yang
meliputi pengetahuan dan pemahaman; kemampuan sesorik-motorik yang meliputi
ketrampilan melakukan rangkaian gerak-gerik badan dalam urutan terentu,
kemampuan dinamik-efektif yang meliputi sikap dan nila, yang meresapi peilaku
dan tindakan. Penggolongan ini sepadan dengan penggolongan atas tiga bidang
belajar konigtif, belajar sensorik-motorik dan belajar dinamik-efektif. Semua
perubahan di bidang-bidang ini merupakan suatu hasil beelajar dan mengakibatkan
manusia berubah dalam sikap dan tingkah lakuya.
Belajar
terjadi dalam interaksi dengan lingkungan; dalam bergaul dengan orang lain
memegang benda dan dalm menghadapi peristiwa manusia belajar. Namun tidak
sembarang berada di tengah-tengah lingkungan, menjamin adanya proses belajar.
Orangya harus aktif sendiri, melibatkan diri dengan segala pemikiran, kemauan
dan perasaannya.
Gejala
belajar
1. Perubahan
akibat kelelahan fisik.
2. Perubahan
akibat menggunakan obat.
3. Perubahan
akibat penyakit parah ataau trauma fisik.
4. Perubahan
akibat pertumbuhan jasmani.
B. Jenis-jenis belajar
1.
Menurut A. De. Block
Dalam
menyusun sistemtikanya, pengarang ini, untuk sebagian berpegang pada pembagian
aspek-aspek kepribadian yang lazimnya digunakan dalam ilmu psikologi, yaitu
aspek kognitif yang mencangkup pengetahuan dan kemahian-kemahiran intelektual
aspek dinamik-efektif yang mencangkup perasaaan, minat, motivasi, sikap,
kehendak, nilai; aspek sensorik-motorik yang meliputi proses pengamatan dan
gerakan-gerakan motorik. Aspek-aspek itu mendasari sistematisasi “fungsi-fungsi
psikis”, yaitu cara-cara khas manusia menghadapi lingkungan hidup yang meliputi
orang, benda dan kejadian atau peristiwa.
Adapun
sistematika bentuk belajar adalah sebagai berikut:
a. Bentuk-bentuk
belajar menurutfungsi psikis:
1. Belajaar
dinamik atau komatif
2. Belajar
efektif
3. Belajar
konigtif: mengingat, berpikir
4. Belajar
sensorik-motorik: mengamati, bergerak, berketrampilan
b. Bentuk-bentuk
belajar menurut materi yang dipelajari:
1. Belajar
teoritis
2. Belajar
teknis
3. Belajar
social atau belajar bermasyarakat
4. Belajar
estetis
c. Bentuk-bentuk
belajar yang tidak segitu disadari:
1. Belajar
incidental
2. Belajar
dengan mencoba-coba
3. Belajar
tersembunyi
2.
Menurut C. van Parreren
Adapun
sistematika bentuk-bentuk sebagaimana dikembangkan oleh van Parreren, secara
lengkap, adalah sebagai berikut:
1.
Membentuk otomatisme -Belajar kognitif
2. Belajar
incidental (kadangkadangkognitif)
3. Menghafal
4. Belajar
pengetahuan
5. Belajar
arti kata-kata
6. Belajar
konsep (pengertian) -Belajar
Kognitif
7. Belajar
memecahkan problem
melalui pengamatan
8. Belajar
berpikir
9. Belajar
untuk belajar
10. Belajar
dinamik -Campuran
belajar kognitif dan Nonkognitif
3.
Menurut Robert M. Gagne
Pengarang ini
berpandangan, bahwa bentuk aau jenis belajar berjumlah jauh lebih dari satu
saja. Sistematika itu dikenal dengan nama “Delapan tipe belajar”. Dalam
sistematika itu perhatian dipusatkan pada hasil belajar yang diperoleh, dan
bukan pada proses belajar yang dilalui orang untuk sampai pada hasil itu. Di
samping itu, R. Gagne mencoba untuk menempatkan kedelapan tipe belajar itu
dalam suatu urutan hierarkis, yaitu disusun sistematika yang didalamnya tipe
belajar yang satu menjadi landasan bagi tipe belajar berikutnya.
Menurut Robert H. Gagne
tipe-tipe belajar ada 8 buah, yaitu :
1.
Tipe belajar menggunakan tanda
Semua jawaban respon
menurut kepada tanda atau signal. Co: mendengar suara terompet, para prajurit
berbaris.
2.
Tipe belajar rangsang / reaksi
Bila pada tipe pertama
timbulnya respon semata-mata karena adanya stimulasi, maka timbulnya respon
juga karena adanya dorongan yang datang dari dalam diri sendiri. Respon yang
diberikan haruslah makin hari makin tetap dan mantap.
3.
Tipe belajar berangkai
Pada tahap ini belajar
tidak lagi sekedar hubungan dengan stimulasi respon yang manunggal yang disini
terjadi serangkaian hubugan stimulasi respon.
4.
Tipe belajar asosiasi verbal
Sesuai dengan namanya
tipe ini lebih tepat berhubungan dengan bahasa atau kata-kata baik yang berarti
maupun tidak dapat ditempatkan dalam hubungan stimulasi respon dalam formasi
hubungan baru, waktu mempelajari kata-kata baru, atau kata-kata asing perlu
diperhatikan hal-hal berikut :
- Harus diketahui lebih dulu kata-kata yang ada hubungannya dengan kata baru atau asing itu.
- Perlu diketahui bagaimana membunyikannya.
- Akan lebih baik lagi kalau dipergunakan kode-kode (ingat akan “silahkan terka”)
- Hubungan mata rantai itu harus tersusun dalam suatu urutan.
5.
Tipe belajar membedakan
Belajar pada tipe ini
siswa dituntut untuk mencari perbedaan dari apa yang telah dipelajarinya. Siswa
dituntut untuk membuat respon baru yang khusus, sehingga benar-benar berbeda
dengan respon terdahulu.
6.
Tipe belajar berdasarkan konsep
Belajar pada tipe ini
terutama dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman atau pengertian. Pengertian
sangat nyata diperlukan pada pengklasifikasian, maka belajar mengadakan
klasifikasi juga termasuk tipe belajar untuk memperoleh pengertian.
7.
Tipe belajar memahami aturan
Untuk sampai pada tipe
belajar ini maka harus lebih dahulu diskusi pengertian-pengertian atau
konsep-konsep, dengan memahami beberapa konsep akhirnya akan sampai pada satu
hokum atau aturan.
8.
Tipe belajar pemecahan masalah
Pemecahan masalah
adalah bagaimana mengorganisasikan aturan-aturan sehingga menjadi paduan baru
dalam rangka memecahkan masalah
C.
Fungsi
Psikologi Bagi Ilmu-ilmu Lain
Pengaruh
ilmu-ilmu lain terhadap psikologi dan cabang-cabang psikologi yang ditimbulkan
|
Fisika
|
Psikofisika
|
|
Kimia
|
Neurokemis
Perilaku
|
|
Biologi
|
Psikologi
|
|
Matematika
|
Psikologi
Kuantitatif
|
|
Kedokteran
|
Psikologi
Klinis/Psikoterapi
|
|
Sosiologi
|
Psikologi
Sosial
|
|
Antropologi
|
Psikologi
Lintas Budaya
|
a.
Pendidikan
1. Fungsi
psikhis anak (ingatan, fantasi, berpikir)
2. Masa
peka anak
3. Pentingnya
pendidikan kehendak agar anak berbuat sesuai norma
4. Perpedan
jiwa anak dan orang dewasa
5. Anak
jiwa dinamis, unik dan utuh
6. Alat
indera yang beragam sehingga perlu pemilhan alat peraga dan metode yang
beragam.
b.
Kriminal
1. Kebutuhan
jasmani behubungan dengan kebutuhan rohani/ psikis
2. Teori
Lambroso tentang manusia yang cenderung berbuat jahat
3. Analisa
kejahatan dari unsur kejiwaan
4. Orang
jahat bisa disembuhkan melalui terapi fisik sekaligus psikis
c.
Kedokteran
1. Fisik
berhubungan dengan psikis
2. Sugesti
manusia
d.
Perdagangan
1. Motivasi
konsumen
2. Psikologi
warna (contoh kekontrasan) untuk memasang etalase, lampu toko agar menarik
pembeli
e.
Kepimipinan
1. Watak
dan perilaku manusia
2. Psikologi
sosial, psikologi organisasi
Kegiatan Pendidikan Yang Banyak
Memerlukan
Prinsip-Prinsip Psikologi:
·
Seleksi penerimaan siswa baru
·
Perencanaan pendidikan
·
Penyusunan kurikulum
·
Penelitian kependidikan
·
Administrasi pendidikan
·
Pemilihan materi pembelajaran
·
Pengaturan interaksi belajar mengajar
·
Pelayan bimbingan dan konseling
·
Pengaturan strategi atau metode belajar
mengajar
·
Pengukuran dan eveluasi
D. Metode mempelajari psikologi :
Filosifis meliputi :
1.
metode intuitif : penelitian
psikologis dengan sengaja menyelidiki atau tidak sengaja menemukan sesuatu.
2.
Metode kontemplatif : merenungkan
obyek-obyek yang akan diketahui dengan cara berpikir.
3.
Metode filosofis religis :
menyelidiki pribadi manusia dengan alat agama.
Empiris meliputi :
1. Metode observasi dibagi menjadi :
a. Metode instropeksi
(pengamatan diri sendiri)
b. Metode ekstropeksi
(pengmatan pada orang lain)
2.
Metode pengumpulan data, meliputi :
a. Metode
angket/interview, melalui langkah-langkah pengumpulan data, klasifikasi data,
analisis data, penarikan kesimpulan
b. Riwayat hidup :
otobiografi dan biografi antara lain pengumpulan buku harian yang ditulis
sendiri oleh yang bersangkutan (otobiografi) dan riwayat hidup yang ditulis
oleh orang lain (biografi)
c. Pengumpulan bahan-bahan
3.
Eksperimen terdiri atas :
a. Eksperimen /
percobaan yang dapat dilakukan dilaboratorium :
Dalam hal ini situasi
kejiwaan dapat disiapkan yang benar-benar diperlukan untuk penyelidikan.
b. Tes. Antara lain
untuk mengetahui kejiwaan yang disebut psikhotes untuk mengetahui prestasi dan
membandingkan tes satu dngan lainnya.
PENUTUP
Bahwa seseorang yang sedang dalam pembelajaran atau
belajar itu mempunyai cara yang berbeda, tipe yang berbeda, dan juga sesuai
dengan teori para ahli yang berbeda juga.Sehingga seoarng pendidik harus
memahami karakter yang di didik agar bisa menghasilkan proses yang baik ,sera
hasil belajar yang baik juga.
Demikian makalah
Kaitan Psikologi dengan
Ilmu Lain dan Metode Mempelajari Psikologi kami susun , untuk memenuhi tugas Psikology. Tentunya
dalam penyusunan makalah banyak kekurangan,kam mohon saran kepada Ibu
Pembimbing dan bapak pembimbing, sertayang membaca makalah ini untuk menjadikan
penyusunan berikutnya lebih baik lagi atas dukunganya kami sampaikan terimakasih.
Malang,
3 September 2014
Penyusun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar